Showing posts with label AGAMA dan KEPERCAYAAN. Show all posts
Showing posts with label AGAMA dan KEPERCAYAAN. Show all posts

Monday, June 11, 2012

Awas Kambing difitnah

Awas Kambing difitnah
Bagi mereka yang divonis hipertensi sangat ngeri ketika ada yang menyebut daging kambing. Akibat derasnya isu efek samping daging kambing membuat banyak orang yang berfikir berulang kali untuk menyantapnya.


Benarkah sedemikianmenakutkan efek daging kambing? Ternyata sampai sekarang belum ada studi atau penelitian yang akurat tentang efek samping daging kambing. Sebaliknya berdasarkan Al-Quran dan Hadist, daging kambing merupakan salah satu makanan terbaik Yang disediakan Allah Ta’ala untuk hamba- Nya dengan khasiat unggul untuk merawat kesehatan, pengobatan serta berbagai bahan baku utama pembentukan sel darah merah.





Bahkan mereka yang melazimkanmengkonsumsi daging kambing akan terpengaruhi kecerdasannya menjadi lebih baik, termasuk moralnya. Karena kambing termasuk binatang yang paling baik prilakunya dibanding fauna lain. Lantas siapa sebenarnya yang giat menyebar ’teror’ dan menghalangi kaum muslim menyantap daging kambing dengan segala kebaikan dan keutamaanya? Pendeknya, Kambing yang banyak memberikan kebaikan telah difitnah secara keji oleh pihak-pihak yang anti kebenaran dan kebaikan.


Bukankah para Nabi dan Rasul hampir semuanya penggembala kambing! Daging dan susu kambing merupakan makanan dan
minuman favorit mereka. Bila kambing lekat dengan kehidupan para Nabi dan Rasul, bisa dipastikan bahwa kambing merupakan binatang terbaik terutama dagingnya. Belum lagi banyaknya syariat, seperti berkorban, aqiqah yang menjadikan kambing sebagai binatang yang disunnahkan. Az-Zuhri menyatakan, ”Memakan daging dapat menambahkan stamina menjadi tujuh puluh kali lipat” Abu Hurairah berkata ”Dihidangkan dihadapan Rasululloh semangkuk bubur dan daging, maka beliau mengambil bagian lengan, dan bagian itu yang paling disenangi Nabi.” (HR.Muslim).


Faktanya daging kambing memiliki kandungan lemak total, kolestrol, lemak jenuh (saturated fat) yang lebih rendah jika dibandingkan dengan daging lain pada umumnya. Kandungan protein
daging kambing sama dengan daging lainya, akan tetapi daging kambing memiliki karakteristik yang khas dalam hal lemah jenuh dan kolestrol.


Daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih rendah dan kandungan lemak mono dan polysatured yang lebih tinggi. Hal ini dapat dilihat apabila daging kambing di masak akan terlihat lebih banyak cairan lemak yang keluar menetes. Hasil analisa menunjukkan bahwa daging kambing memiliki 50% lebih rendah dibandingkan daging sapi. Menurut ibnu Qoyyim daging kambing bersifat panas, sehingga dapat mencairkan pembekuan dan memanaskan metabolisme yang dingin, terutama apabila dikonsumsi musim dingin. (tabloid bekam)

LUAR BIASA Etika perang Muslim di film Kingdom of Heaven

LUAR BIASA Etika perang Muslim di film Kingdom of Heaven
IMDB Link
Download Link Mediafire
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
pass lucky 
Credit to original uploaders
Kingdom of Heaven (2005) English Subtitle
Kingdom of Heaven (2005) Indonesia Subtitle
KINGDOM OF HEAVEN adalah film buatan Hollywood yg disutradarai oleh Ridley Scott, dan di bintangi antara lain oleh Orlando Bloom dan Liam Neeson. Tidak ada orang Islam yg terlibat dlm film ini kecuali mungkin bintang figuran dan kru lapangan. Juga tidak ada modal yg disuntikkan orang Islam.


Namun film ini bercerita tentang Perang Salib dalam sudut pandang yg sangat berbeda dari kebanyakan film hollywood. Di sini tentara muslim yg dipimpin Salahudin Al Ayubi digambarkan sebagai pihak yg memegang penuh etika perang, toleransi beragama dan hak azasi manusia. di lain pihak, tentara Salib justru digambarkan sebagai tentara yg haus darah, doyan perang, dan tidak mengenal belas kasihan meskipun kepada wanita dan anak2.





Orang2 yg benci atau apriori dgn Islam boleh saja bilang bahwa itu hanyalah film. Namun seandainya mereka mau membaca kembali catatan sejarah secara obyektif dan dgn hati yg jernih tentulah mereka akan menemukan pesan2 yg sama seperti di film KINGDOM OF HEAVEN.


Ketika Tentara Salib merebut Jerusalem pada Perang Salib I tahun 1099, mereka membantai habis penduduk Jerusalem, tidak hanya muslim tetapi juga penduduk yahudi serta penganut nasrani ortodox, termasuk kaum Arian, dan sekte2 lain yg dicap sesat oleh Paus. Tak terhitung masjid, sinagog, gereja ortodox dan perpustakaan habis dijarah, dirusak bahkan dibakar. Sebelumnya, di sepanjang jalan menuju Jerusalem Tentara Salib juga melakukan pembunuhan, perampokan, pemerkosaan dan penganiayaan serupa. Selama Perang Salib I, ratusan ribu wanita, anak dan orang tua menjadi korban. Ribuan rumah penduduk, masjid, sinagog, gereja ortodox, dan perpustakaan dirusak dan dibakar.


Namun ketika Salahuddin merebut kembali Jerusalem pada tahun 1187, boleh dikatakan tidak ada pembunuhan terhadap warga nasrani yg tertinggal di kota itu, tidak ada pengrusakan dan perampokan thdp gereja, dan para pemuka agama nasrani sedikitpun tidak disentuh (www.bbc.co.uk/religion/ethics/war/islam.shtml).




Mengapa Salahuddin bertindak seperti itu? Jawabannya adalah, karena beliau memegang teguh etika perang Islam sebagaimana diajarkan oleh AL Quran dan Rasulullah Muhammad SAW, yang di antaranya adalah:


1. Muslim hanya boleh berperang ketika diserang atau bila ada warga muslim di wilayah non muslim yg ditindas atau dibantai (Al Baqarah:190)
2. Dalam berperang muslim tidak boleh melampaui batas (Al Baqarah 190), di antaranya tidak boleh membunuh musuh yg sudah tidak berdaya, merusak mayat, mengganggu apalagi merampok dan membunuh penduduk sipil, merusak atau merampok tempat ibadah atau fasilitas umum, membakar rumah penduduk kecuali yg dianggap bisa menjadi tempat persembunyian musuh, membunuh ternak kecuali yg untuk dimakan, serta merusak tanaman kecuali utk diambil buahnya (Al Hadist).
3. Bila telah terjadi kesepakatan untuk menghentikan peperangan dan musuh telah mengembalikan wilayah muslim yg dikuasainya dan membebaskan tentara atau penduduk muslim yg ditawannya, maka muslim diperintahkan utk berhenti berperang (al Baqarah 193).


Bagaimana dengan para teroris beragama Islam yg melakukan pemboman sehingga menewaskan penduduk sipil? Tentulah perbuatan mereka itu tidak sesuai dengan ketentuan Allah sebagaimana dijelaskan di atas. Karena tidak sesuai dgn ketentuan Allah maka tidak heran perbuatan mereka tidak mendatangkan kemenangan atas apa yg mereka perjuangkan. Namun di lain pihak, negara dan pemerintah muslim yg berdiam diri saja melihat saudara2 muslimnya ditindas dan dibantai di negara lain juga sama salahnya dgn para teroris tsb. Karena tidak mengikuti perintah Allah itulah pada saat sekarang negara2 muslim kurang dihormati oleh negara2 non muslim.

Injil Barnabas dan Kerasulan Muhammad SAW

Injil Barnabas dan Kerasulan Muhammad SAW
Penemuan Injil kuno yang diyakini berusia 1500 tahun di Turki telah membuat heboh. Yang membuat gempar, Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi.


Sebagian orang memprediksi injil tersebut adalah Injil Barnabas. Menurut mailonline,  injil yang tersimpan di Turki itu ditulis tangan dengan tinta emas menggunakan bahasa Aramik.


Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki.

Dalam Injil Barnabas memang diungkapkan tentang akan datangnya Rasul bernama Muhammad SAW, setelah Nabi Isa.


Berikut ini isi Injil Barnabas yang menyebut tentang Nabi Muhammad:


        Bab 39 Barnabas: ''Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita... Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya''.


    Masih pada bab 39 yang mengisahkan tentang Nabi Adam, nama Nabi Muhammad SAW juga disebut dalam dialog antara Nabi Adam dengan Tuhan. ''...Apa arti kata-kata, Muhammad utusan Allah, apakah ada manusia sebelum aku?''


        Bab 41 Barnabas:  "Atas perintah Allah, Mikael mengusir Adam dan Hawa dari surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga 'Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah...''


        Bab 44 Barnabas: Pada bab ini Yesus atau Nabi Isa menyebut nama Nabi Muhammad. ''Oh, Muhammad Tuhan bersamamu...''


        Bab 97: Yesus menjawab, "Nama Mesias sangat mengagumkan, karena Allah sendiri yang memberinya nama, ketika menciptakan jiwanya dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: 'Tunggu Muhammad; karena kamu Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan banyak  makhluk... Siapa pun yang memberkatimu akan diberkati, dan barangsiapa mengutukmuu akan dikutuk..''


    Bab 112: Dalam bab ini Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas bahwa dirinya akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Allah aka membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa. ''Tetapi Muhammad akan datang... Rasul Allah yang suci,'' kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220.


Isi Injil Barnabas di atas dikutip dari barnabas.net.


                                                                             ***


Menurut Laman Al-Arabiya, meskipun spekulasi tentang kitab kuno yang diduga sebagai Injil Barnabas itu meramalkan kedatangan Islam, namun sejauh ini tidak ada bukti yang menegaskan hipotesis tersebut.


Walau Injil Barnabas "mengakui" kedatangan Islam dan Nabi Muhammad SAW, namun skeptisisme tetap muncul karena kontradiksinya dengan Alquran. "Sebab, sebagian besar studi tentang kitab ini menyatakan Injil Barnabas hanya kembali ke 500 tahun yang lalu. Sementara, Alquran telah ada sejak 1400 tahun silam," demikian tulis Al-Arabiya, Senin (27/2).


Adanya kontradiksi inilah yang menjadi alasan utama mengapa para sarjana Arab mengabaikan terjemahan bahasa Arab Injil tersebut, yang diterbitkan 100 tahun lalu. Sebagaimana diulas secara rinci oleh penulis dan pemikir Mesir, Abbas Mahmoud Al-Akkad.


Dalam sebuah analisis yang ditulisnya pada 26 Oktober 1959 di surat kabar Al-Akhbar, Akkad mengatakan deskripsi neraka dalam Injil Barnabas didasarkan pada informasi yang relatif baru yang tidak tersedia pada saat di mana teks itu seharusnya ditulis. "Sejumlah deskripsi yang tertulis dalam Injil itu merupakan kutipan orang-orang Eropa dari sumber-sumber Arab," ungkapnya.


Seorang pendeta Protestan Ihsan Ozbek mengatakan Injil itu berasal dari abad ke-5 atau ke-6. Sementara Barnabas, yang merupakan pemeluk pertama Kristen hidup pada abad pertama.


"Salinan Injil di Ankara mungkin telah ditulis ulang oleh salah seorang pengikut Barnabas," kata dia. Sebab, lanjutnya, ada jeda 500 tahun antara Barnabas dan penulisan salinan Inkjil. "Umat Islam mungkin akan kecewa bahwa Injil ini tidak ada hubungannya dengan injil Barnabas," ujarnya.


Sementara Profesor Omer Faruk menilai Injil kuno itu perlu ditelusuri lebih lanjut guna memastikan Injil itu dibuat oleh Barnabas atau pengikutnya.


Turki akan menerjemahkan injil kuno berusia 1.500 tahun itu.

Friday, June 8, 2012

Gramedia terbitkan buku yang isinya terdapat penghinaan Nabi Muhammad


Gramedia terbitkan buku yang isinya terdapat penghinaan Nabi Muhammad
Gramedia terbitkan buku yang isinya terdapat penghinaan Nabi Muhammad, MUI desak penerbit menarik dari peredaran dan meminta maaf

Sehubungan diterbitkannya sebuah buku berjudul  ‘5 kota berpengaruh di Dunia’ karangan Douglas Wilson oleh Gramedia yang di dalamnya terdapat penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW. Anggota Komisi Pengkajian Majelis Ulama Indonesia, Ustadz Fahmi Salim meminta penerbit Gramedia untuk menariknya segera dan meminta maaf kepada umat Islam. 
“Gramedia harus menarik buku itu dari pasar dan meminta maaf kepada umat Islam. Yang pasti, terbitnya sebuah buku sudah melewati seleksi editor yang sangat ketat sehingga Gramedia harus bertanggung jawab terhadap terbitnya buku ini.”


Lanjut ustadz Fahmi, Ia menyayangkan sikap editor Gramedia yang seharusnya tanggap terhadap permasalahan yang sensitif ini dan dapat melukai perasaan umat Islam.


“Dan jika penerjemah dan editor buku sudah mengetahui ada statemen-statement penulisnya Douglas Wilson semacam itu yg melukai umat Islam semestinya juga tidak direkomendasi untuk dicetak Gramedia dan didistribusikan di tengah Indonesia yang mayoritas beragama Islam.”
Meski tidak ingin mempersoalkan motif penerbitan buku tersebut, namun dia, menegaskan kembali tuntutannya kepada Gramedia untuk menarik buku tersebut dari peredaran.
“Terlepas dari adanya unsur kesengajaan atau alpa, nasi sudah jadi bubur maka saya harap seluruh buku yg telah beredar di toko-toko segera ditarik"tegas Wasekjen majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia 
Sebagaimana diberitakan Harian Umum Republika (suara republika,Hal.4, HU Republika) pada hari ini Jum’at (8/6/2012). Diungkapkan sebuah buku yang terbit di Gramedia yang berjudul ‘5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia’ karangan Douglas Wilson sangat menghina Nabi Muhammad.
Saat membahas Kota Yerusalem di hal 24, tertulis, "Selanjutnya ia (Muhammad) memperistri beberapa wanita lain. Ia menjadi seorang perampok dan perompak, memerintahkan penyerangan terhadap karavan-karavan Mekah.


Dua tahun kemudian, Muhammad memerintahkan serangkaian pembuhuhan demi meraih kendali atas Madinah, dan di tahun 630 M ia menaklukkan Mekah." Begitu pula pada halaman 25 alinea kedua dan ketiga. Di sana Douglas menafsirkan bahwa agama yang dibawa Nabi Muhammad selalu ditegakkan dengan pedang. (arrahmah)
http://arrahmah.com/read/

Ternyata Banyak Masjid Salah Kiblat

Ternyata Banyak Masjid Salah Kiblat



Ilustrasi (Foto: independent.co.uk)Arah kiblat, ke mana umat Islam menghadap saat sembahyang, diduga mengalami pergeseran. Perubahan arah kiblat ini terungkap berdasarkan metode ukur satelit. Akibatnya, banyak masjid salah mementukan arah kiblat. Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan bahwa kesalahan penentuan kiblat yang banyak terjadi di beberapa masjid di Indonesia, pembetulannya tidak harus dengan membongkar bangunan masjid. 



“Tak harus dibongkar masjidnya, cukup posisi shaf dan arah kiblatnya yang diubah,” kata Suryadharma, seperti dimuat laman Departemen Agama.




Kesalahan kiblat antara lain terjadi pada beberapa masjid di Jawa Tengah yang diketahui salah menetapkan arah kiblatnya. Juga di Jakarta.


“Memang ada beberapa temuan masjid yang salah kiblat, seperti di Jakarta saja ada beberapa masjid milik instansi pemerintah yang juga salah kiblatnya,” tambah dia.


Meski selama ini, salah arah, tambah dia, tidak terlalu mempengaruhi makna dari shalat. “Tapi itu kan tidak jadi permasalahan, karena ketidaktahuan. Yang penting itu niat untuk ibadah kita, arah tidak mengurangi makna dan kekhusyukan shalat,” katanya.


Terkait salah kiblat ini, Kementerian Agama akan menurunkan tim untuk mengukur kembali arah kiblat. “Kita akan menurunkan tim Kementerian Agama di masing-masing daerah, juga dibantu ormas-ormas setempat, untuk mengukur kembali arah kiblat itu,” ujarnya.
Solok, (19/7) - Salah seorang pengurus Masjid Raya Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupa
Solok, (19/7) - Salah seorang pengurus Masjid Raya Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, menggaris lantai masjid dengan spidol untuk menandai pergeseran arah kiblat di masjid tersebut, Senin (19/7). Langkah ini dilakukan pengurus Masjid Raya Nagari Salayo untuk mengikuti keputusan MUI, yang mengatakan arah kiblat bergeser sekitar 20 cm ke arah barat laut. FOTO ANTARA-SUMBAR/Aurizal/10

90 Persen Arah Kiblat Masjid & Mushalla di Yogyakarta Sudah Diluruskan
YOGYAKARTA (voa-islam.com) - Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus melakukan pembenahan arah kiblat sejumlah masjid dan mushala sehingga jumlah tempat ibadah yang berarah kiblat kurang tepat tinggal 10 persen.

"Banyak masjid dan mushalla yang sudah membenarkan arah kiblatnya. Masjid dan mushalla yang belum membenarkan arah kiblatnya tinggal sedikit saja," 


kata Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam dan Pemberdayaan Masjid Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta Nasiruddin di Yogyakarta, Jumat.


Menurut dia, pihaknya beserta tim dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta terus melakukan pembenaran arah kiblat masjid atau mushalla di Yogyakarta.


Namun demikian, pembenaran arah kiblat tersebut, lanjut dia, baru akan dilakukan apabila ada permintaan dari masyarakat atau pengurus masjid.


Ia menyatakan, penyebab masih adanya masjid dengan arah kiblat yang tidak benar atau tidak mengarah ke Ka’bah, karena saat dibangun tidak dilakukan pengukuran arah kiblat yang sebenar-benarnya, atau hanya berpatokan ke arah barat.


…Saat dibangun tidak dilakukan pengukuran arah kiblat yang sebenar-benarnya, atau hanya berpatokan ke arah barat…


"Padahal, untuk mengukur arah masjid agar benar tersebut tidak terlalu rumit. Sudah ada alat khusus dan hanya membutuhkan waktu paling lama sekitar 30 menit,"  katanya.


Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengukurkan arah kiblat masjid atau mushalla kepada petugas dari Kantor Kementerian Agama.
Apabila sebuah masjid atau mushalla dinyatakan salah arah kiblat, kata dia, maka tidak perlu mengubah seluruh bangunan masjid tetapi hanya membetulkan shaf saja sehingga kemiringannya sesuai arah kiblat.


Nasiruddin menyatakan, di Kota Yogyakarta terdapat sebanyak 450 masjid, dan 411 mushala dengan 802 takmir. [taz/ant]


Di jejeraing sosial facebook, telah ada sebuah grup yang peduli dengan masalah penentuan kiblat. Grup tersebut bernama ”Gerakan 1 juta Facebookers Mendukung Penyempurnaan Arah Kiblat”. Salah satunya digawangi oleh salah seorang rekan blogger, PakAR Fisika. Nah, jika bergabung ke grup tersebut maka kita bisa melihat dan belajar mengenai penentuan arah kiblat. Ada beberapa sarana yang bisa digunakan.
Selain itu pula, melalui grup tersebut, telah dan akan terus dibentuk Qiblalocator. Qiblalocator adalah para relawan yang siap membantu menangani persoalan kiblat di wilayah masing-masing. Dan juga untuk membumikan arah kiblat yang benar, akan segera diadakan diklat. Rencananya menyatukan langkah bagi para Qiblalocator. Semoga semua pihak bisa mendukung hal tersebut sehingga menuju perbaikan bersama.



Sidharta Budha Gautama adalah Nabi Dzul Qifli

Sidharta Budha Gautama 
adalah Nabi Dzul Qifli
Benarkah Buddha adalah Nabi Zulkifli a.s? Apakah bukti Buddha adalah Nabi Zulkifli? Kalau kita simak dan pelajari riwayat hidup kedua-dua tokoh ini, maka ada kemungkinan 90 % mereka adalah orang yang sama.

  1. Menurut Abu’l Kalam Azad (seorang Urdu scholar), Sang Buddha (Buddha Shakyamuni) yang dikenal sebagai guru suci bagi umat Buddha tidak lain adalah Nabi Zulkifli as, yg dalam Al-Quran disebut sebagai Nabi yg mempunyai tingkat kesabaran yang tinggi, dan sangat baik. Dalam bahasa Arab Zulkifli sendiri berarti “orang yg berasal dari Kifl”. Sedangkan Kifl itu sendiri, masih menurut Kalam Azad, merupakan nama Arab untuk Kapila (singkatan dari Kapilavastu).
  2. Buddha Maitreya yang dikenal dalam agama Buddha sebagai “Buddha yang akan datang” menurut beberapa analisa tidak lain adalah Nabi Muhammad saw. Dalam kitab Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. III, 76 bisa ditemui: “There will arise in the world a Buddha named Maitreya (the benevolent one) a holy one, a supreme one, an enlightened one, endowed with wisdom in conduct, auspicious, knowing the universe“.

SIAPAKAH NABI ZULKIFLI

Zulkifli bermaksud sanggup menjalankan amanah raja. Menurut cerita, raja di negeri itu sudah lanjut usia dan ingin mengundurkan diri daripada menjadi pemerintah, tetapi beliau tidak mempunyai anak.

Justeru, raja itu berkata di khalayak ramai:”Wahai rakyatku! Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada waktu malam. Selain itu, sentiasa bersabar ketika menghadapi urusan, maka akan aku serahkan kerajaan ini kepadanya.”

Tiada seorang pun menyahut tawaran raja itu. Sekali lagi raja berkata:”Siapakah antara kamu yang sanggup berpuasa pada waktu siang dan beribadah pada malamnya serta sanggup bersabar?”

Sejurus itu, Basyar dengan suara yang lantang menyatakan kesanggupannya. Dengan keberanian dan kesanggupan Basyar melaksanakan amanah itu beliau diberi gelaran Zulkifli.

Baginda juga adalah nabi yang cukup sabar seperti firman Allah, bermaksud:
“Ismail, Idris dan Zulkifli adalah orang yang sabar dan Kami beri rahmat kepada semua karena mereka orang yang suka bersabar.”

SIAPAKAH SIDDHARTHA GAUTAMA

Pada akhir abad ketujuh S.M. (tahun 623 S.M.), lahirlah seorang yang bernama Siddhartha Gautama di bandar Kapilavastu/Kapilavathu (Kapil, lidah Arab menyebut Kafil @ Kafli). Siddhartha Gautama merupakan putera kepada Raja Suddhodana dan Permaisuri Maha Maya. Raja Suddhodana dari keturunan suku kaum Sakyas, dari keluarga kesastrian dan memerintah Sakyas berdekatan negeri Nepal. Manakala Permaisuri Maha Maya pula adalah puteri kepada Raja Anjana yang memerintah kaum Koliya di bandar Devadaha.

Sebelum kelahiran Buddha: Permaisuri bermimpi dibawa oleh 4 orang dewa ke sebuah gunung yang tinggi. Kemudian, permaisuri melihat seekor gajah putih yang cantik. Pada belalai gajah itu terdapat sekuntum bunga teratai. Gajah mengelilinginya 3 kali sebelum masuk ke dalam perut permaisuri.

MAKSUD ISTILAH BUDDHA

Dalam agama Buddha, perkataan Buddha bermaksud ‘seorang yang bijaksana’ atau ‘dia yang mendapat petunjuk’. Kadang kala istilah ini digunakan dengan maksud ‘nabi’. Gautama Buddha pernah menceritakan kedatangan seorang Antim Buddha. Perkataan Antim bermaksud ‘yang terakhir’ dan Antim Buddha bermaksud ‘nabi yang terakhir’ (Antim terakhir yang dimaksudkan ialah Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir). Pada saat kematian Gautama Buddha, beliau memberitahu perkara ini kepada pengikut setianya bernama Ananda.

Makna “Nabi” dalam bahasa Arab (berasal dari kata naba yang berarti “dari tempat yang tinggi”; karena itu orang ‘yang di tempat tinggi’ dapat melihat tempat yang jauh). Nabi dalam bahasa Arab sinonim dengan kata Buddha sebagaimana yang difahami oleh para penganut Buddha. Sinonimnya pengertian ini dapat diringkaskan sebagai “Seorang yang diberi petunjuk oleh Tuhan sehingga mendapat kebijaksanaan yang tinggi menggunung”.

RINGKASAN KISAH SIDDARTHA GAUTAMA

Kelahiran Bodhisatta (Bodhisattva, bakal Buddha atau bakal mencapai Pencerahan) pada tanggal 623 S.M. pada bulan purnama Vesak. Selepas sahaja Bodhisatta dilahirkan, Permaisuri Maha Maya mangkat selepas tujuh hari melahirkan anak.

Pada hari kelahiran Bodhisatta telah disadari secara ghaib oleh seorang tua yang sedang bertapa di kaki gunung Himalaya yang digelar Asita Bijaksana (nama asalnya Kala Devala). Asita bergegas ke istana pada keesokannya untuk melihat dan menilik putera Raja Suddhodana.

Asita mendapati terdapat 32 tanda utama dan 80 tanda kecil menunjukkan Bodhisatta bakal menjadi Manusia Agung dan Guru Agung kepada manusia dan dewa-dewa (i.e. Jin dan Malaikat, kelemahan umat Hindu dan Buddha ialah tidak dapat bedakan antara Jin dan Malaikat yang keduanya dipanggil DEWA-DEWA).

Asita menangis karena sedih tidak sempat mendengar ucapan dan pengajaran Buddha di masa akan datang, beliau kemudian berlutut tunduk hormat kepada bayi Bodhisatta.

Kenyataan terakhir Asita ialah Bodhisatta hanya akan menjadi salah satu dari dua yaitu sekiranya ia kekal membesar dalam istana dia akan menjadi Maharaja Agung manakala kalau dia berjaya lari dari istana maka dia akan menjadi Mahaguru Agung.

Upacara menamakan putera raja diadakan pada hari kelima selepas Boddhisatta dilahirkan. Pada akhir majlis itu, 108 orang bijaksana memutuskan nama yang sesuai untuk putera raja iaitu SIDDHARTHA GAUTAMA yang membawa maksud ‘Cita-Cita Terkabul’.

Siddhartha kemudian membesar di istana dan belajar kepada seorang guru istana bernama Sirva Mitra. Beliau menjadi pelajar yang luar biasa pintar dan mahir dengan ilmu ketenteraan. Yang menjadi keheranan kepada orang disekeliling dan gurunya ialah sifat Siddharta yang sensitif terhadap penganiayaan hingga tidak ada seorang pun yang beliau lihat menganiaya binatang kecuali mencegahnya serta merta.

Malah beliau sangat bersedih melihat para petani berkerja keras membajak tanah dibawah terik matahari menyebabkannya lari ketempat lain ke sebuah pohon (Tiin-Bodhi) dan duduk di sana secara bertafakur (samadhi) untuk membuang stress.

PERSAMAAN NABI ZULKIFLI DENGAN SIDDARTHA GAUTAMA

Maka berbalik kepada maudhu’ perbahasan, benarkah Buddha itu disebut dalam Al-Qur’an? Sebenarnya tidak ada kata-kata “Buddha” dalam Al-Qur’an, namun menurut Dr. Alexander Berzin bahawa terdapat catatan para sejarawan dan peneliti yang mengaitkan beberapa ayat Al-Qur’an dengan Sang Buddha, yaitu pada maksud ayat;

“Demi (buah) Tin (fig) dan (buah) Zaitun, dan demi bukit Sinai, dan demi kota (Mekah) ini yang aman, sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu? Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?”(At-Tin 95 : 1)

Beliau menjelaskan bahwa buah Zaitun melambangkan Jerusalem, Isa a.s. (Jesus, Kristian). Bukit Sinai melambangkan Musa a.s. dan Yahudi. Kota Mekah pula menunjukkan Islam dan Muhammad SAW. Manakala pohon Tin (fig) pula melambangkan apa?

Tin (fig) = Pohon Bodhi

Pohon Bodhi adalah tempat Buddha mencapai Pencerahan Sempurna. Al-Qasimi di dalam tafsirnya berpendapat bahawa sumpah Allah SWT dengan buah tin yang dimaksud ialah pohon Bodhi. Prof. Hamidullah juga berpendapat sama dengan al-Qasimi bahawa perumpamaan pohon (buah) tin (fig) di dalam Al-Qur’an ini menunjukkan Buddha itu sendiri, maka dari sinilah mengapa sebahagian ilmuan Islam meyakini bahawa Buddha telah diakui sebagai nabi di dalam agama Islam.

Manakala Hamid Abdul Qadir, seorang sejarawan abad ke-20 mengatakan dalam bukunya Buddha Yang Agung: Riwayat dan Ajarannya (Arab: Budha al-Akbar Hayatuh wa Falsaftuh), menjelaskan bahawa Buddha adalah nabi Dhul-Kifl, yang bererti “ia yang berasal dari Kifl”. Nabi Dhul-Kifl @ Zulkifli disebutkan 2 kali dalam Al-Qur’an:

“Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.” (Al-Anbiya’ 21: 85).

“Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, dan Dzulkifli (Dhul Kifl). Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.” (Shad 38 : 48).

KESIMPULAN

“Kifl” adalah terjemahan Arab dari Kapilavastu (Kapil), tempat kelahiran Bodhisattva (Buddha). Hal ini juga yang mungkin menyebabkan Mawlana Abul Azad seorang ahli teologi Muslim abad ke-20 turut menekankan bahawa Dhul-Kifl dalam Al-Qur’an boleh jadi adalah Buddha.

Dalam sejarah Islam, Nabi Zulkifli a.s. adalah antara nabi yang mempunyai cerita yang paling sedikit dibicarakan. Hal ini mungkin menjadi faktor kepada sebahagian ulama’ menyamakan watak Dzul-Kifli dalam Al-Qur’an dengan Buddha yang secara kebetulan banyak persamaan sekiranya disuaikan.

Yang menarik perhatian saya ialah mengenai surah at-tin (the fig). Allah berfirman mengenai pokok/buah tin, pokok/buah zaitun, bukit sinai dan kota mekah. Mekah dikaitkan dgn Nabi Muhammad s.a.w., Bukit Sinai dengan Nabi Musa, zaitun dengan Nabi Isa a.s., dan siapa pula dikaitkan dengan buah atau pokok tin?

Dikatakan dalam sejarah bahawa Gautama Buddha duduk bawah pokok tin. Kalau ikut istilah islam, dia dapat wahyu masa duduk bawah pokok tersebut. Ikut tulisan orang Buddhist, dia dapat ilham masa duduk bawah pokok tersebut.

Bila Allah berfirman :“Wattiini wazaitun. watuurisinina wahazal baladil amin.”
Allah menyebut perihal Nabi-Nabi-Nya. Tiin (Nabi Zulkifli-Buddha), Zaitun (Nabi Isa a.s), Siniina- bukit Sinai (Nabi Musa) dan Baladil amin -Tanah yang aman dan selamat (Mekah)- Nabi Muhammad saw. ia ikut urutan, hebatnya Qur’an sebagai kalimat Tuhan susunan sejarah riwayat Nabi-Nya. Mari kita sama-sama fikirkan. 

HANYA ALLAH YANG MAHA MENGETAHUI.

Thursday, June 7, 2012

Bukti Kebesaran Allah Pada TULANG EKOR MANUSIA

Bukti Kebesaran Allah 
Pada TULANG EKOR MANUSIA
“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).
Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat ( HR. Al Bukhari , Nomor : 4935 )
Belasan abad lamanya, hadits tersebut menjadi hal yang gaib yang tidak mungkin bisa dijelaskan dengan logika. 




Seiring berjalannya waktu beberapa penelitian ilmiah mampu menjelaskan kebenaran hadits tersebut dikemudian hari.


“Dan dia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk” (QS. Yasin : 78-79).



Adalah Han Spemann, Ilmuwan Jerman yang berhasil mendapatkan hadiah nobel bidang kedokteran pada tahun 1935. Dalam penelitiannya ia dapat membuktikan bahwa asal mula kehidupan adalah tulang ekor. Darinyalah makhluk hidup bermula. Dalam penelitiannya ia memotong tulang ekor dari sejumlah hewan melata, lalu mengimplantasikan ke dalam embrio Organizer atau pengorganisir pertama


Pada saat sperma membuahi ovum (sel telur), maka pembentukan janin dimulai. Ketika ovum telah terbuahi (zigot), ia terbelah menjadi dua sel dan terus berkembang biak. Sehingga terbentuklah embryonic disk (lempengan embrio) yang memiliki dua lapisan.


Pertama, External Epiblast yang terdiri dari cytotrophoblasts, berfungsi menyuplai makanan embrio pada dinding uterus, dan menyalurkan nutrisi dari darah dan cairan kelenjar pada dinding uterus.


Sedangkan lapisan kedua, Internal Hypoblast yang telah ada sejak pembentukan janin pertama kalinya. Pada hari ke-15, lapisan sederhana muncul pada bagian belakang embrio dengan bagian belakang yang disebut primitive node (gumpalan sederhana).


Dari sinilah beberapa unsure dan jaringan, seperti ectoderm, mesoderm, dan endoderm terbentuk.

  • Ectoderm, membentuk kulit dan sistem syaraf pusat.
  • Mesoderm, membentuk otot halus sistim digestive (pencernaan), otot skeletal (kerangka), sistem sirkulasi, jantung, tulang pada bagian kelamin, dan sistem urine (selain kandung kemih), jaringan subcutaneous, sistem limpa, limpa dan kulit luar.
  • Sedangkan, Endoderm, membentuk lapisan pada sistim digestive, sistem pernafasan, organ-orang yang berhubungan dengan sistem digestive (seperti hati dan pancreas), kandung kemih, kelenjar thyroid (gondok), dan saluran pendengaran. Gumpalan sederhana inilah yang mereka sebut sebagai TULANG EKOR.

Pada penelitian lain, Han mencoba menghancurkan tulang ekor tersebut. Ia menumbuknya dan merebusnya dengan suhu panas yang tinggi dan dalam waktu yang sangat lama. Setelah menjadi serpihan halus, ia mencoba mengimplantasikan tulang itu pada janin lain yang masih dalam tahap permulaan embrio. Hasilnya, tulang ekor itu tetap tumbuh dan membentuk janin sekunder pada guest body (organ tamu). Meskipun telah ditumbuk dan dipanaskan sedemikian rupa, tulang ini tidak ‘hancur’.


Dr. Othman al Djilani dan Syaikh Abdul Majid juga melakukan penelitian serupa. Pada bulan Ramadhan 1423 H, mereka berdua memanggang tulang ekor dengan suhu tinggi selama 10 menit. Tulang pun berubah, menjadi hitam pekat. Kemudian, keduanya membawa tulang itu ke al Olaki Laboratory, Sana’a, Yaman, untuk dianalisis. Setelah diteliti oleh Dr. al Olaki, pfofesor bidang histology dan pathologi di Sana’a University, ditemukanlah bahwa sel-sel pada jaringan tulang ekor tidak terpengaruh. Bahkan sel-sel itu dapat bertahan walau dilakukan pembakaran lebih lama.


Lebih dari itu berdasarkan penelitian mutakhir, sebagaimana yang disampaikan oleh Jamil Zaini, Trainer Asia Tenggara Kubik Jakarta ketika mengisi acara buka puasa bersama di al Azhar-Solo Baru dengan tajuk, “Inspiring Day; Inspiring The Spirit of Life”, tulang ekor ini merekam semua perbuatan anak Adam, dari sejak lahir hingga meninggal dunia. Ia merekam semua perbuatan baik-buruk mereka. Dan perbuatan mereka ini akan berpengaruh pada kondisi tulang ekornya. Putih bersih atau hitam kotor. Semakin banyak energy positif atau kebaikan seseorang maka semakin bersih tulang ekornya, dan semakin banyak energy negative atau keburukan seseorang maka semakin hitamlah tulang ekornya.


Dari sinilah, balasan pada hari kiamat kelak tidak akan pernah tertukar. Dari tulang ekor inilah, manusia akan kembali dicipta, dan mereka akan diberi balasan sesuai dengan kadar amal-amal mereka. Ajaibnya, ini semua sudah disabdakan oleh Nabi berpuluh abad yang lalu.
“Tiada bagian dari tubuh manusia kecuali akan hancur (dimakan tanah) kecuali satu tulang, yaitu tulang ekor, darinya manusia dirakit kembali pada hari kiamat.” (HR. al Bukhari, nomor 4935).


Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Muslim (nomor 2955),
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallâhu alaihi wa sallam bersabda, “Seluruh bagian tubuh anak Adam akan (hancur) dimakan tanah kecuali tulang ekor, darinya tubuh diciptakan dan dengannya dirakit kembali.”


Dari petunjuk hadist di atas, Ilmuwan muslim pada paruh kedua abad ke-20 telah mendasarkan pemahaman mereka mengenai kemukjizatan hadis tentang tulang ekor ini pada kaidah pengetahuan yang paling dasar, yaitu “Tulang ekor merupakan bagian pertama yang tumbuh dari janin, biasa disebut dengan primitive streak, yaitu bagian utama yang terbentuk pada minggu ketiga”.


Akan Kami tunjukkan kepada mereka ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) Kami pada alam dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu? (Fushshilat: 53)

Menikahlah, Anda Jauh Lebih Bahagia!

"Lebih mudah melupakan musuh, ketimbang memaafkan seorang teman yang berbuat kesalahan." William Blake, Penyair Inggris


Menikahlah, Anda Jauh Lebih Bahagia!

Pernyataan yang sering mengatakan, sendiri jauh lebih baik akhirnya gugur sudah. Sebuah penelitian terbaru mengatakan, dengan menikah, orang jauh lebih bahagia.
Para peneliti dari Michigan State University telah menemukan bahwa orang yang sudah menikah cenderung lebih bahagia selama hidup daripada orang yang belum menikah. Studi ini diterbitkan dalam Journal of Research in Personality baru-baru ini.
Menurut para peneliti, pernikahan tampaknya untuk melindungi terhadap penurunan normal dalam kebahagiaan saat dewasa.

"Studi kami menunjukkan bahwa orang rata-rata lebih bahagia daripada mereka tidak menikah," ujar Stevie C.Y. Yap, seorang peneliti dari departemen psikologi MSU seperti dilansir ScienceDaily baru-baru ini.
Pandangan ini dibuktikan secara ilmiah oleh para peneliti di Michigan State University (MSU) yang dirilis di Journal of Research in Personality.
Mereka menyimpulkan, meskipun kehidupan pernikahan tidak serta merta membuat orang lebih bahagia ketimbang hidup melajang, tapi pasangan yang menikah merasakan kebahagian secara lebih lama. Ini berdasarkan penelitian yang menguji data survei nasional Inggris dari ribuan pasang suami-istri.
"Sementara orang yang melajang akan secara bertahap mengalami rasa kebahagiaan itu menurun seiring dengan tahun berlalu," kata Stevie.
Bahagia dan Berkah
Jika para peneliti hanya menemukan pengaruh menikah hanya pada aspek kepuasan batin semata maka, Islam jauh di atas semua itu.
Dalam banyak firmannya Allah Subhanahu Wata’ala banyak menjanjikan keberkahan atas pernikahan.
“Dan di antara tandatanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu istriistri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar Ruum [30]: 21).
Banyak pula riwayat tentang berkah bagi pasangan yang telah menikah, sebagaimana disampaikan Nabiullah Muhammad.
“Apabila seorang suami memandang isterinya (dengan kasih dan sayang) dan isterinya juga memandang suaminya (dengan kasih dan sayang), maka Allah akan memandang keduanya dengan pandangan kasih dan sayang. Dan apabila seorang suami memegangi jemari isterinya (dengan kasih dan sayang) maka berjatuhanlah dosa-dosa dari segala jemari keduanya.” (HR. Abu Sa’id)
“Shalat dua rakaat yang diamalkan orang yang sudah berkeluarga (menikah) lebih baik, daripada 70 rakaatyang diamalkan oleh jejaka (atau perawan).” (HR. Ibnu Ady dalam kitab Al Kamil dari Abu Hurairah).
Tentusaja dalam Islam, yang disebut pernikahan adalah antara pria dan wanita. Jika tidak, justru mendapat murka Allah.
Nah, jika Anda sudah layak dan sudah ada jodoh, jangan tunda-tunda lagi, bersegeralah menikah, agar dapat berkahnya.

Wednesday, June 6, 2012

KH Abdullah Mudzakir Pencetak Kader Kiai dari Tambaksari, Sayung, Demak

KH Abdullah Mudzakir Pencetak Kader Kiai dari Tambaksari, Sayung, Demak

TERIK matahari yang menyengat kulit tak menyurutkan niat sejumlah orang menuju makam KH Abdullah Mudzakir di perairan Sayung, Demak. Mereka terus menyusuri jalan setapak sepanjang 700 meter yang kanan-kirinya laut. Begitu sampai di kompleks makam, mereka melepaskan alas kaki dan duduk bersila di depan nisan berkeramik hijau. Wajah para peziarah itu masih terlihat kemerahan.

Di makam berukuran 7 x 7 meter itu mereka merasa sejuk. Selain terlindung cungkup, angin laut yang bertiup terasa menyegarkan. Sebelum memulai tahlil, juru kunci makam Kiai Fauzan (54) menabur bunga mawar ke pusara. Bau wangi bunga kian menambah suasana sakral. Dia duduk di sisi barat makam untuk memimpin tahlil. Para peziarah mengikutinya dengan khidmat.

Nama KH Abdullah Mudzakir, atau biasa disebut Mbah Mudzakir, di kalangan pesantren cukup dikenal.

Tak heran bila banyak santri yang datang untuk berziarah. Mereka tidak hanya dari Demak, tetapi juga luar daerah seperti Kudus, Wonosobo, Bogor, Bandung, bahkan Kalimantan. 

SUBHANALLAH, di Demak, Ada Makam di Tengah Laut! Memang Dia Maha Besar, semua bisa terjadi apabila dikehendakiNya. 
walaupun komplek pemakaman ini berada di tengah laut, namun masih tetap bisa kokoh berdiri meskipun ombak terus menerus menerjangnya sehingga akses menuju ke pemakamannya sendiri sudah tidak bisa dilalui lagi, karena telah rusak parah. Sebagai informasi, ini adalah komplek pemakaman Mbah Mudzakir di Morosari Demak, yang menurut warga sekitar, beliaunya sendiri masih keturunan langsung dari Walisongo.

Meski makam kiai kharismatik itu berada di tengah laut, konon tidak pernah tergenang oleh air pasang. Di sekitarnya memang terlihat banyak makam yang telah tergenang air. Hanya makam Mbah Mudzakir bersama istri dan anak-anaknya yang tidak terjamah air laut.

Sampai saat ini makam tersebut tidak pernah sepi dari peziarah. Biasanya mereka datang pada Jumat atau saat haul Mbah Muzakir di Bulan Zulkaidah.

Lokasi makam dapat ditempuh dengan jalur darat dan laut. Jika melewati darat, terdapat jalan penghubung berupa titian kayu sepanjang 200 meter dari Dusun Tambaksari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Demak. Bila rob tiba, jalan itu tak lagi dapat dilalui karena tergenang air. Jalan setapak di Dusun Tambaksari juga tak bisa dilewati saat air pasang tinggi. Untuk tetap bisa ke lokasi, peziarah harus naik perahu.

Fauzan yang masih memiliki garis keturunan dengan Mbah Mudzakir menuturkan, pada mulanya kompleks pemakaman menyatu dengan daratan Dusun Tambaksari. Namun sejak 1998 Tambaksari terkikis oleh abrasi pantai.

Ketika air laut pasang seluruh perkampungan pun tergenang. Semula air pasang hanya menggenangi jalan, tetapi lama-kelamaan mencapai 60 cm. Kondisi itu membuat 80 keluarga di dusun itu memilih pindah. Sekitar tahun 1999, mereka bedhol desa ke Desa Purwosari.

Namun lima keluarga yang mempunyai hubungan saudara dengan Mbah Mudzakir memilih untuk bertahan, termasuk Fauzan. Mereka tetap bertahan karena merasa berkewajiban menjaga makam leluhurnya itu.

Kader Kiai

Siapa sesungguhnya Mbah Muzakir, hingga mendapat penghormatan banyak santri dan masyarakat? Menurut Fauzan, Mbah Muzakir adalah ulama yang semasa hidupnya melakukan syiar Islam di kawasan Pantai Sayung.

Semasa muda, pria yang lahir di Dusun Jago Desa Wringinjajar, Kecamatan Mranggen tahun 1869 itu banyak berguru kepada ulama dari berbagai daerah.

Setelah merasa cukup, sekitar tahun 1900 ia menetap di Tambaksari, Bedono serta menikahi Latifah dan Asmanah. Beberapa waktu kemudian dia menikah lagi dengan Murni dan Imronah. Dari empat istrinya Mbah Muzakir dikaruniai 18 anak.

Di tempat itu, ia mulai melakukan syiar Islam. Sebuah masjid pun didirikan. Cara penyampaian materi keagamaan yang mudah dicerna membuat banyak santri mengaji kepadanya. Mereka kebanyakan takmir musala serta masjid di Demak dan daerah sekitarnya. Karena itulah, ia sering disebut sebagai pencetak kader kiai. Bahkan semua keturunannya menjadi pemangku masjid dan musala.

Kiai yang sehari-hari menjadi petani tambak itu juga menguasai ilmu kanuragan. Ia kerap dimintai orang untuk menyembuhkan pelbagai penyakit. Kendati demikian, ia tak mengharapkan imbalan dari pertolongannya itu. Tak dimungkiri, keahlian dan keikhalasannya membuat nama Mbah Mudzakir kian dikenal orang. Dan itu amat mendukung upayanya dalam melakukan syiar Islam. Pada 1950 Mbah Muzakir meninggal dunia dalam usia 81 tahun.

Menurut Camat Sayung, Drs Eddie Jatmiko MM, makam Mbah Muzakir punya potensi untuk dikembangkan sebagai objek wisata ziarah.


Diposkan dari Suara Merdeka